Kamis, 03 Maret 2016

PENDERITAAN MENTAL AKIBAT DARI PERBUATAN MELAWAN HUKUM



PENDERITAAN MENTAL AKIBAT DARI PERBUATAN MELAWAN HUKUM

Salah satu hal yang khas dalam perbuatan melawan hukum yang tidak terdapat dalam kontrak adalah adanya pergantian kerugian berupa sejumlah uang kepada pihak korban yang telah mengalami penderitaan mental. Ini berarti ada suatu kewajiban bagi seseorang untuk tidak menimbulkan penderitaan mental bagi orang lain;

Ganti rugi yang berhubungan dengan tekanan mental (mental disturbance) merupakan ganti rugi yang biasanya berupa pemberian sejumlah uang, yang diberikan kepada korban dari perbuatan melawan hukum disebabkan korban telah menderita tekanan mental. Ganti rugi seperti ini dalam praktek sering disebut dengan istilah ganti rugi “immateril”, sebagai lawan dari ganti rugi biasa yang disebut dengan ganti rugi “materil”. Ganti rugi immateril ini merupakan pemberian sejumlah uang, yang jumlahnya tidak dapat diperhitungkan secara matematis, tetapi lebih merupakan kebijaksanaan hakim, dengan syarat bahwa jumlah ganti rugi haruslah “wajar”. Kewajaran dari jumlah ganti rugi tersebut bergantung kepada banyaknya hal, antara lain sebagai berikut:
-       Beratnya beban mental yang dipikul oleh korban;
-       Status dan kedudukan dari korban;
-       Situasi dan kondisi dimana perbuatan melawan hukum terjadi;
-       Situasi dan kondisi mental dari korban;
-       Situasi dan kondisi mental dari pelaku;
-       Latar belakang dilakukannya perbuatan melawan hukum;
-       Jenis perbuatan melawan hukum, yakni apakah kesengajaan, kelalaian atau tanggung jawab mutlak;  

Untuk mencapai suatu keadilan, maka ada beberapa pedoman yuridis dalam hal memperkenankan klaim terhadap ganti rugi atas kerugian berupa tekanan mental (immateril). Pedoman yuridis tersebut, yaitu:

-       Untuk menghindari munculnya gugatan dibesar – besarkan, maka ganti rugi lebih cenderung diberikan kepada kerugian berupa tekanan mental yang diikuti juga dengan gejala fisik. Misalnya karena stress, kandungan seseorang menjadi gugur;

-       Ganti rugi karena timbulnya tekanan mental lebih dapat diterima terhadap perbuatan melawan hukum yang mengandung unsur kesengajaan atau kelalaian berat;

-       Jika tekanan mental karena melihat korban dari pihak lain (bystander’s emotional distress), maka tekanan mental yang melihatnya lebih dapat dipertimbangkan jika orang tersebut berada dekat dengan korban, atau jika antara korban dengan orang yang melihatnya ada hubungan khusus;

Tidak ada komentar: