Selasa, 11 Oktober 2016

ISTLAH KEJAHATAN BERDAULAT



ISTLAH KEJAHATAN BERDAULAT

Dalam  The Lexicon Webster Dictionary, Volume II (1977) SOVEREIGN antara lain berarti:
1.      Free of outside influence or control (bebas dari pengaruh atau kendali);
2.   Producing or capable of producing the greatest effect (Menghasilkan pengaruh atau menimbulkan dampak yang besar);  

Kejahatan berdaulat berorientasi pada situasi budaya yang memungkinkan kejahatan menjadi salah satu faktor determinan, yaitu kondisi yang disebut budaya dalam transisi  (culture in transition). Istilah “culture in transition” telah digunakan oleh Mark Findlay untuk menjelaskan relasi kejahatan dengan globalisasi. Sedangkan Tb. Ronny Rahman Nitibaskara, menjadikan “budaya Transisi” sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pendekatan kejahatan berdaulat untuk menjelaskan perangkap penyimpangan dan kejahatan di masyarakat. Perbedaan antara  Tb. Ronny Rahman Nitibaskara dengan Mark Findlay  adalah pada sebab – sebab timbulnya budaya dalam transisi. Terhadap masalah ini, Mark Findlay sama sekali tidak menyinggung adanya tekanan penyimpangan dan kejahatan (pressure of deviant and crime), sementara itu bagi Tb. Ronny Rahman Nitibaskara hal itu menjadi sorotan yang utama. Hal ini kebalikan dengan umumnya pendekatan social – budaya yang berasumsi bahwa munculnya kejahatan akibat adanya tekanan sosial (social pressure).

Tidak ada komentar: